Saterdag 27 April 2013

ARTHROPODA (LABA-LABA)


LABA LABA

Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya berkaki delapan— dimasukkan ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia. Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Indera Laba laba
Mata pada laba-laba umumnya merupakan mata tunggal (mata berlensa tunggal), dan bukan mata majemuk seperti pada serangga. Kebanyakan laba-laba memiliki penglihatan yang tidak begitu baik, tidak dapat membedakan warna, atau hanya sensitif pada gelap dan terang. Laba-laba penghuni gua bahkan ada yang buta. Perkecualiannya terdapat pada beberapa jenis laba-laba pemburu yang mempunyai penglihatan tajam dan bagus, termasuk dalam mengenali warna.
Untuk menandai kehadiran mangsanya pada umumnya laba-laba mengandalkan getaran, baik pada jaring-jaring suteranya maupun pada tanah, air, atau tempat yang dihinggapinya. Ada pula laba-laba yang mampu merasai perbedaan tekanan udara. Indera peraba laba-laba terletak pada rambut-rambut di kakinya.
Pemangsaan
Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap, yang menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi. Laba-laba penenun (misalnya anggota suku Araneidae) membuat jaring-jaring sutera berbentuk kurang lebih bulat di udara, di antara dedaunan dan ranting-ranting, di muka rekahan batu, di sudut-sudut bangunan, di antara kawat telepon, dan lain-lain. Jaring ini bersifat lekat, untuk menangkap serangga terbang yang menjadi mangsanya. Begitu serangga terperangkap jaring, laba-laba segera mendekat dan menusukkan taringnya kepada mangsa untuk melumpuhkan dan sekaligus mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsanya. Sedikit berbeda, laba-laba pemburu (seperti anggota suku Lycosidae) biasanya lebih aktif. Laba-laba jenis ini biasa menjelajahi pepohonan, sela-sela rumput, atau permukaan dinding berbatu untuk mencari mangsanya. Laba-laba ini dapat mengejar dan melompat untuk menerkam mangsanya.
Bisa yang disuntikkan laba-laba melalui taringnya biasanya sekaligus mencerna dan menghancurkan bagian dalam tubuh mangsa. Kemudian perlahan-lahan cairan tubuh beserta hancuran organ dalam itu dihisap oleh si pemangsa. Berjam-jam laba-laba menyedot cairan itu hingga bangkai mangsanya mengering. Laba-laba yang memiliki rahang (chelicera) kuat, bisa lebih cepat menghabiskan makanannya dengan cara merusak dan meremuk tubuh mangsa dengan rahang dan taringnya itu. Tinggal sisanya berupa bola-bola kecil yang merupakan remukan tubuh mangsa yang telah mengisut.
Beberapa laba-laba penenun memiliki kemampuan membungkus tubuh mangsanya dengan lilitan benang-benang sutera. Kemampuan ini sangat berguna terutama jika si mangsa memiliki alat pembela diri yang berbahaya, seperti lebah yang mempunyai sengat; atau jika laba-laba ingin menyimpan mangsanya beberapa waktu sambil menanti saat yang lebih disukai untuk menikmatinya belakangan.
Keragaman Jenis
Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah dipertelakan, dan digolong-golongkan ke dalam 111 suku. Akan tetapi mengingat bahwa hewan ini begitu beragam, banyak di antaranya yang bertubuh amat kecil, seringkali tersembunyi di alam, dan bahkan banyak spesimen di museum yang belum terdeskripsi dengan baik, diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies. Ada 40 ribu spesies, 110 famili, dan 3700 genus laba-laba di dunia
Ordo laba-laba ini selanjutnya terbagi atas tiga golongan besar pada aras subordo, yakni:
Mesothelae, yang merupakan laba-laba primitif tak berbisa, dengan ruas-ruas tubuh yang nampak jelas; memperlihatkan hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan leluhurnya yakni artropoda beruas-ruas. Mygalomorphae atau Orthognatha, yalah kelompok laba-laba yang membuat liang persembunyian, dan juga yang membuat lubang jebakan di tanah. Banyak jenisnya yang bertubuh besar, seperti tarantula dan juga lancah maung. Araneomorphae adalah kelompok laba-laba ‘modern’. Kebanyakan laba-laba yang kita temui termasuk ke dalam subordo ini, mengingat bahwa anggotanya terdiri dari 95 suku dan mencakup kurang lebih 94% dari jumlah spesies laba-laba. Taring dari kelompok ini mengarah agak miring ke depan (dan bukan tegak seperti pada kelompok tarantula) dan digerakkan berlawanan arah seperti capit dalam menggigit mangsanya.
Oleh sebab itu, jika sewaktu-waktu menemukan laba-laba -di atap rumah, cabang pohon, tanah, atau di atas air- maka kalian cukup memperhatikan dengan saksama. Perlu kalian ketahui, laba-laba bukan termasuk serangga meskipun berasal dari hewan yang berasal dari filum sama. Serangga biasanya memiliki sayap, laba-laba tidak, serangga berkaki enam, laba-laba berkaki delapan, mata serangga berlensa majemuk, mata laba-laba berlensa tunggal. Untuk bertahan hidup, biasanya laba-laba memakan serangga.
Keunikan lain dari laba-laba ialah dapat menghasilkan benang sutra dari kelenjar yang terletak di ujung perutnya. Benang sutra ini dirajut menjadi jaring di suatu tempat sebagai jebakan mangsanya. Laba-laba lebih mengandalkan indra perasa, terlebih getaran yang bisa direspons dari jaringnya, maupun dari tanah, air, atau di tempat laba-laba berada. Begitu ulat, kupu-kupu, capung, nyamuk, atau jenis serangga lainnya terperangkap jaringnya, laba-laba melumpuhkannya dengan mengirimkan enzim pencerna ke dalam tubuh mangsa. Itulah sebabnya mengapa laba-laba dikatakan sebagai predator yang menyergap, bersembunyi di antara lapisan daun atau batang. Singkat cerita, secara biologis, laba-laba digolongkan dalam keluarga ordo araneae dan dimasukkan kelas arachnida. Dalam keluarga dan kelas tersebut, laba-laba memiliki saudara, seperti kalajengking, tungau, dan ketonggeng. frans ekodhanto
Jenis laba laba
Hingga sekarang arachnologits (ahli laba-laba) telah berhasil mengidentifikasi sekitar 40 ribu spesies laba-laba. Selanjutnya, mereka mengelompokkannya dalam 110 famili dan sekitar 3.700 genus. Namun, masih banyak jenis laba-laba di alam yang belum teridentifikasi karena bentuknya yang kecil dan habitatnya yang tersembunyi. Bahkan, tidak sedikit spesimen di museum yang belum terdeskripsikan dengan baik.
Agar lebih mudah membedakan jenis laba-laba, secara garis besar ilmuwan mengelompokkan laba-laba ke dalam dua sub-ordo, yakni Mesothelae dan Opisthothelae. Selanjutnya, sub-ordo Opisthothelae yang paling banyak ditemukan ini dikelompokkan menjadi dua infra-ordo, yaitu Mygalomorphae dan Araneomorphae.
- Mesothelae
Laba-laba primitif tak berbisa ini hanya dapat ditemukan di Asia Tenggara, China, dan Jepang. Salah satu familia yang masih ada dari jenis laba-laba ini ialah Liphistiidae. Adapun familia yang diduga telah punah yakni Arthrolycosidae dan Arthromygalidae.
- Mygalomorphae
Ciri-ciri laba-laba ini berbadan relatif lebih besar ketimbang jenis lainnya, berbulu, dan bertaring tegak. Nah, contoh terkenal dari jenis ini adalah tarantula. Secara umum, laba-laba ini acap kali ditemukan di Australia.
- Araneomorphae
Sekitar 90 persen jenis laba-laba yang ada di alam merupakan infra-ordo Araneomorphae. Laba-laba ini memunyai ciri-ciri taring miring ke depan yang berfungsi menjepit mangsanya. Contohnya laba-laba punggung duri (Gasteracantha), Laba-laba penenun (Araneus diadematus), laba-laba berbisa (black widow, Latrodectus mactans), laba-laba pelompat (Myrmarachne) yang menyerupai semut, dan laba-laba serigala (Lycosidae). frans ekodhanto

Fakta-fakta tentang laba laba
- Hingga sekarang, sekitar 40.000 spesies laba-laba telah dipertelakan, dan digolongkan ke dalam 111 Famili dan diyakini bahwa kemungkinan ragam jenis laba-laba seluruhnya dapat mencapai 200.000 spesies.
- Menurut profesor Emeritus teknik mesin John Lienhard di University of Houston, jaring laba-laba sangat lentur, bahkan bisa meregang 140 persen dari panjang asli tanpa putus.
- Laba-laba memiliki peran penting dalam ekosistem. Laba-laba makan berbagai jenis serangga berbahaya, dan membantu menjaga kebun petani bebas dari hama. Sebagian jenis laba-laba membantu penyerbukan tanaman. Laba-laba juga merupakan sumber makanan bagi mamalia kecil, burung, dan ikan.
- Laba-laba tidak bisa mengunyah atau menelan, sehingga mereka harus mencerna makanan mereka di luar tubuh dan menghisap cairan mangsanya. Salah satu caranya membungkus mangsanya di jaringnya, kemudian menghancurkan tubuh itu dengan giginya.
- Laba-laba jantan biasanya lebih kecil daripada laba-laba betina. frans ekodhanto
BERBAGAI MACAM POLA JARING LABA LABA YANG UNIK
aring laba-laba, mungkin saja merupakan struktur alam buatan hewan yang paling cantik dan ruwet. Tapi beberapa jenis laba-laba membuatnya lebih baik lagi. Mereka membangunnya selangkah lebih maju.
Beberapa jenis laba-laba menghias jaringnya bahkan lebih tertata dengan pola yang lebih kompleks, seolah-olah menunjukkan bahwa merekalah desainer alam terbaik di muka bumi. Kalau melihat gambar-gambar berikut ini memang tidak terlihat sempurna tapi cukup membuat kita bertanya mengapa mereka membuat konfigurasi ekstra ini.

Struktur jaring laba-laba ekstra ini memiliki nama ilmiah stabilimentum atau stabilimenta. Nama ini sebenarnya diambil secara tidak sengaja, bahkan muncul karena adanya kesalahan yaitu saat peneliti menduga bahwa pola ini bertujuan untuk membuat jaring laba-laba stabil. Teori ini belakangan dibantah.
Sepertinya fungsi dari pola ekstra ini bisa bermacam-macam. Laba-laba membangun pola ini sendiri berkali-kali mungkin sampai sepuluh kali. Beberapa diantaranya membuat pola ini tidak berasal dari jaringnya sendiri melainkan dari sisa-sisa apa saja termasuk dari bekas telurnya sendiri atau apa saja yang ada di dekat jaringnya.

Pola jaring ekstra ini bisa ditemukan diantara sejumlah spesies laba-laba – tapi contoh terbaiknya adalah yang dari jenis Argiope. Pola ekstra ini, seringkali hampir presisi secara matematis dengan sudut 45 derajat, sepertinya dibuat untuk “memelarkan” tubuh mereka sehingga membuatnya lebih tidak menarik predatornya. Kadang-kadang pola ini mengarah vertikal dan laba-laba yang lebih muda mungkin membuatnya berbentuk seperti piringan.

Menjawab pertanyaan mengapa pola ekstra ini dibuat sepertinya menjadi tidak sederhana. Beberapa menganggapnya memberikan perlindungan ekstra karena membuat laba-laba terlihat lebih besar atau sebagai kamuflase. Atau sebaliknya justru membuatnya lebih terlihat dibanding jaringnya sendiri sehingga membuatnya makin mudah terlihat oleh misalnya burung. Lebih seperti “rambu stop” untuk hewan lainnya.
Belakangan disebutkan bahwa stabilimenta digunakan untuk lebih menarik mangsa laba-laba. Sering lihat serangga di malam hari berkumpul mendekati cahaya lampu? Pola ekstra jaring laba-laba ini diyakini mampu memantulkan sinar ultraviolet sehingga meanrik lebih banyak lagi mangsa untuk mendekati jaring.

Thermoregulation, teori ini menyebutkan bahwa pola ekstra ini membantu laba-laba menjaga suhu tubuhnya optimal untuk bertahan hidup dalam cuaca apapun.

Adapula yang menyebutkan bahwa laba-laba memiliki estetika – seperti manusia yang juga memiliki estetika – seperti yang juga ditunjukkan hewan lainnya untuk memperbaiki lingkungan sekitarnya untuk mengejar sesuatu.

Bisa saja, dorongan reproduksi menjadi alasan mengapa pola ekstra ini dibuat. Saat seekor betina siap untuk bereproduksi cara apalagi yang lebih baik untuk menarik sang jantan selain mempercantik jaringnya?

Pola ekstra ini paling banyak memang dibuat dari jaringnya sendiri selain beberapa jenis mengkombinasikannya dengan benda apa saja di dekatnya. Pada jenis Nephila, sisa-sisa mangsa pun ikut ditempelkan pada pola ini dengan maksud lebih menarik mangsa lainnya lagi.
Apapun alasannya, hal ini menunjukkan di luar sana ada banyak keajaiban alam yang tidak kita sadari terjadi tiap hari. Bahkan dilakukan oleh binatang kecil yang hampir kita tidak pernah mempedulikannya.
Keistimewaan Laba laba
Laba-laba, di antara hewan predator lainnya adalah spesies yang terbilang angat sukses dalam kerajaan binatang, hal ini dimungkinkan dengan kekuatan dan keahlian serbaguna yang mereka miliki, kaki mereka dirancang agar dapat melalui medan apapun, taring mereka bak racun korosif, dan mereka bisa mengeluarkan zat perekat yang bahkan 25 kali lebih kuat dari baja.Mungkin anda akan berfikir bahwa laba-laba tidak membutuhkan hal-hal lain untuk hidup dengan apa yang telah mereka miliki, namun laba – laba memperlihatkan spesialisasi lain yang tidak biasa..berikut ini 10 daftar kekuatan super dari laba-laba
Laba-laba memberikan kontribusi tak terhitung untuk ekosistem bumi. Mereka membersihkan populasi serangga berbahaya, memelihara tanaman dan hewan penting. Sutra mereka adalah suatu keajaiban alam, dan dapat dimanfaatkan untuk aplikasi militer dan industri untuk manusia. Racun laba-laba dibagi dua jenis yaitu racun neurotoxic dan racun necrotic. diantara keduanya, racun yang paling berbahaya bahkan beberapa kasus diberitakan sangat mematikan adalah laba-laba yang menghasilkan racun neurotoxic. Berikut adalah laba-laba beracun yang sangat berbahaya dan mematikan :Berikut adalah 5 laba-laba paling mematikan yang pernah dikenal.
1. Black Widow Spider  (Latrodectus hasselti)
Laba-laba ini mungkin adalah yang paling mematikan. Laba-laba hitam mengkilap ini dapat ditemukan di Amerika Utara. Racun neurotoksik mereka menimbulkan rasa sakit saat menggigit, dengan dua tanda taring yang jelas sesudahnya. Black Widow adalah laba-laba yang sangat terkenal karena racunnya yang mematikan. Merupakan laba-laba penghasil racun neurotoxic yang sangat berbahaya. Tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia di lima benua. Uniknya racun dari Black widow digunakan sebagai obat penawar dari racun hasil gigitan False Black Widows Spider.
     
Gejala-gejala gigitannya termasuk rasa sakit perut dan punggung, kram otot perut, gagal pernapasan, tekanan darah tinggi, kegelisahan dan jika terlampau lama digigit, akan menyebabkan kematian.
2. Mimikri semut
Yang cukup menarik, ada ratusan spesies laba-laba – kebanyakan dari adalah laba – laba pelompat – yang sangat mirip semut. Ya, itu adalah laba-laba pada gambar di atas.
Beberapa arachnida menggunakan penyamaran ini untuk berburu serangga yang tidak takut semut, atau untuk melindungi diri dari predator pemangsa laba-laba. Lainnya, tentu saja, mungkin memangsa semut itu sendiri, seperti serigala berbulu domba.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
3. Raja Kamuflase
Beberapa spesies bisa membuat jaring yang mirip sutera, dan mangsa-mangsa lama bisa disimpan dengan balutan seperti mummy dalam jangka waktu lama, warna jaring yang mirip warna mereka menciptakan kamuflase lain bagi laba-laba..Hal ini berguna untuk membingungkan predator terbang seperti capung, lalat perampok atau burung kecil yang mungkin mencoba untuk menukik demi memangsa laba-laba lezat dari sarangnya.
4. The Red Back
Laba-laba Redback (punggung merah) ditemukan di seluruh penjuru Australia. Redback betina biasanya berwarna hitam dengan jejak merah dan bergaris oranye di punggung.
Laba-laba ini memiliki racun neurotoksik dan bila tergigit dapat menyebabkan melemahnya otot, mual, muntah dan berkeringat. Yang paling fatal adalah lumpuh dan menimbulkan kematian.
5. The Funnel-Web
Laba-laba funnel-web juga berasal dari Australia. Funnel-web jantan berwarna hitam atau coklat mengkilap. Laba-laba ini saat menyerang, berdiri dengan kaki belakang mereka, memperlihatkan taring mereka.
Mereka juga memiliki racun neurotoksik dan gigtan mereka dapat menyebabkan produksi air liur berlebihan, berkeringat, kejang, dan keluar air mata.
6. The Brazilian Wandering


Laba-laba Brazilian Wandering ditemukan di hutan Amerika Selatan. Mereka gugup dan agresif. Gigitannya sangat menyakitkan karena ia melepaskan serotonin ke aliran darah korbannya. Serotonin bisa membuatmu mati seperti terkena overdosis narkoba.
7. The Brown Recluse


Laba-laba kecil ini mempunyai punggung berbentuk biola. Racun Brown Recluse Spider menyebabkan bentol. Gigitannya juga tidak sakit, namun jangan salah, bentolan tersebut kemudian akan membusuk dan terlepas dari bagian tubuh korbannya.
8. Kotoran palsu
Celaenia excavata bukan laba-laba yang hanya menyamarkan diri sebagai segumpal kotoran burung, tapi jelas ini adalah penyamaran paling meyakinkan.
Tidak hanya tubuh laba-laba berwarna persis seperti kotoran burung (lengkap dengan tempat mirip benih) Namun duduk di atas sebuah “splatter” sangat meyakinkan dibuat dari sutranya sendiri. Itu penyamaran yang sempurna untuk laba-laba, karena itu sangat tidak menggugah selera bagi laba-laba predator lainnya tapi tampak menggoda bagi seekor lalat.(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
9. Koloni Jaring Super

Kebanyakan laba-laba bersifat agresif soliter, yang mengancam hewan lain bahkan spesies mereka sendiri jika mereka mencoba merebut makanan di daerahnya. namun beberapa spesies, sangat sosial dan dapat membangun kekaisaran laba-laba yang luar biasa, sistem web kompleks bersama ribuan laba-laba lain.
Salah satu laba-laba tersebut adalah Eduador’s Theridion nigroannulatum,laba-laba dalam kelompok besar, menggantung ratusan helai sutra ke tanah. Dan jika seranggga berukuran besar mampir dan terjebak dalam sarang besar mereka ratusan bahkan ribuan laba-laba akan bahu membahu membungkusnya dan melumpuhkannya untuk disimpan sebagai setok bersama (ini tidak bisa dilakukan spiderman)
10. Laba – Laba Penerbang
Laba-laba yang baru menetas dan berukuran kecil dapat melakukan perjalanan ratusan bahkan ribuan mil dalam istilah yang biasa di sebut ballooning, jaring laba-laba khusus yang disebut “gossamer” dibuat agar bisa dengan mudah terbang oleh angin, berbentuk segitiga piramid, jaring ini bisa berminggu-minggu berada di udara sehingga memungkinkan laba-laba untuk menjelajah pulau-pulau lain yang terpisah lautan atau samudera .. (ini tidak bisa dilakukan spiderman)
11. Jaring tangan mini
Species laba-laba “Ogre Faced” atau “Net casting” adalah laba-laba yang menghasilkan Deinopidae, dengan tergantung terbalik dia membuat jaring kecil diantara dua kaki depannya untuk mereka gunakan menjangkau atau meraup serangga lain yang lewat
Sutra khusus ini bersih dan tidak lengket, tapi begitu mangsanya berusaha kabur, jaring itu langsung menjerat rambut dan sendi serangga seperti velcro, yang memungkinkan laba-laba untuk menjebak serangga yang cukup besar dan kuat dengan hanya sejumlah kecil dari sutra.
12. Jebakan Bunga
banyak laba-laba yang berada di taman-taman membuat sarang tipis dengan pola yang berbeda, tujuan dari hal ini telah lama jadi perdebatan, Sekarang kita tahu bahwa hal ini adalah jaring khusus yang reflektif terhadap sinar ultra-violet yang menciptakan pola – pola khusus yang digunakan oleh bunga untuk menarik serangga penyerbuk ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
13. Pesona Mematikan
Yang aneh lagi dari laba-laba bola atau mastophorea, yang menggunakan jerat mereka dengan cara yang beda dengan arakhnida lainnya, yaitu mengeluarkan jaring yang digumpalkan mirip bola lalu diulur dengan tali plus ditambah umpan (mirip orang mancing)
Setiap laba-laba bola mengeluarkan feromon yang bisa menarik ngengat jantan yang sedang mencari pasangan di musim kawin, sehingga ngengat jantan mendekat dan terjerat dalam umpan tersebut..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
14. Laba – Laba Penyelam
Argyroneta aquatica adalah salah satu laba-laba sejati yang dapat ditemukan di dalam air, ia mendapat nama “Laba-laba Penyelam.” tubuhnya yang berbulu halus adalah sebagai perangkat yang memungkinkan udara terus menempel padanya saat menyelam, sehingga laba-laba ini bisa keluar masuk air
jaringnya yang tersusun mirip seperti kapal selam buatan manusia, yang menjadi tempat bagi sang betina membesarkan anaknya dan mengkonsumsi mangsanya ..(ini tidak bisa dilakukan spiderman)
15. Laba – Laba Penembak
Hampir semua laba-laba membuat sutera dari organ yang disebut pemintal di ujung perut, dan harus mampu menyentuh sesuatu untuk membungkusnya dalam anyaman. Tidak demikian untuk genus Scytodes, laba-laba tukang meludah, yang memiliki kelenjar sutra tambahan terhubung ke mulut mereka. Perlahan-lahan merayap mendekati serangga lain yang tidak curiga, lalu meludah menyemprotkan aliran jaring yang dicampur dengan racun .
16. Brazilian Wandering Spider (Phoneutria nigriventer)
Pada tahun 2007, laba-laba ini masuk ke dalam Guinness World Records sebagai laba-laba beracun paling mematikan di dunia. Banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah. Laba-laba ini menghasilkan racun neurotoxic dalam dosis tinggi, satu gigitan cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa. Laba-laba ini lebih berbahaya dibanding dengan rivalnya Australian funnel-Web Spider & Black Widows.
17. Australian Funnel-Web Spider (Hadronyche modesta)
Banyak ditemukan di bagian tenggara Australia, merupakan laba-laba penghasil racun neurotoxic, dimana racun ini dapat mengakibatkan kematian apabila tidak segera mendapatkan pertolongan pertama. Racun laba-laba ini bernama atraxotoxin.
18. The Tarantullas
Tarantulla di bagi menjadi dua yaitu New-World Tarantullas dan Old-World Tarantullas. Banyak ditemukan di Amerika dan Asia. Khusunya pada jenis Old-World Tarantullas, laba-laba ini memiliki racun necrotic yang sangat berbahaya, bahkan di Asia beberapa kematian manusia disebabkan oleh gigitan Tarantula ini.
19. Mouse Spider (Missulena bradleyi)
Racun yang dihasilkan laba-laba ini sangat berbahaya bila tergigit olehnya. Beberapa kasus mengakibatkan kematian. Racun nectoric yang dihasilkan oleh laba-laba ini hampir menyerupai racun atraxotoxin. Banyak ditemukan di Chili dan Australia
20. Brown Recluse Spider (Loxosceles reclusa)
Racun yang dihasilkan oleh laba-laba ini adalah racun necrotic, beberapa racun yang dihasilkan dari jenis laba-laba ini memiliki gigitan yang memberikan dampak buruk bagi manusia, laba-laba ini banyak ditemukan di Selatan California.
21. Six-eyed Sand Spider (Sicarius hahni)
Merupakan laba-laba yang menghasilkan racun necrotic yang bernama cytotoxic, banyak ditemukan di Afrika Tengah. Laba-laba unik ini memiliki tubuh dengan sistem kamuflase alam yang menyerupai pasir dan tanah.
22. False Black Widows (Steatoda grossa)
Laba-laba ini hampir menyerupai laba-laba Black Widows, Laba-laba yang menghasilkan racun necrotic ini memiliki gigitan yang cukup mengerikan, sayangnya beberapa kasus kematian sangat jarang ditemukan.
23. Yellow Sack Spider (Cheiracanthium punctorium)
Banyak ditemukan di daerah Eropa Tengah dan Asia Tengah, di Jerman pernah diberitakan beberapa kematian manusia disebabkan oleh gigitan laba-laba ini. Racun yang dihasilkan oleh laba-laba ini adalah racun necrotic.
24. Hobo Spiders (Tegenaria agrestis)
Banyak ditemukan di Barat Laut amerika Serikat, Kanada Barat dan di Eropa, Studi terbaru yang pernah dipublikasikan tentang gigitan dari laba-laba ini mengandung racun necrotic yang berbahaya dan sangat menyakitkan. 
 
REFERENSI
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Laba-laba
2. http://luswandy-ngeblog.blogspot.com/2012/07/10-jenis-laba-laba-beracun-dan.html
3. http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/80206
4. http://forum.kompas.com/sains/73793-penemuan-spesies-baru-laba-laba-di-indonesia.html